MAKALAH ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR (ISBD)
PROBLEMATIKA
KEBUDAYAAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

DISUSUN
OLEH :
1.
Alfatri
(1201714)
2.
Apri Pendri
(1205156)
3.
Dini
Desihandayani (1205874)
4.
Putri Fajar
Ramadani (1208710)
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
Kata Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yangberjudul “Problematika Kebudayaan bagi Kehidupan Manusia”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Buadaya serta problematika ataupun masalah-masalah yang terjadi dalam pekembangannya. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang hambatan dalam perkembangan kebudayaan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Buadaya serta problematika ataupun masalah-masalah yang terjadi dalam pekembangannya. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang hambatan dalam perkembangan kebudayaan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Padang, 11 September 2012
Penyusun
Daftar Isi
A. Pendahuluan…………………………………………………………………………………1-3
B.
Problematika
Kebudayaan bagi Kehidupan Manusia……………………………………….3-5
C. Kesimpulan……………………………………………………………………………………5
D. Saran…………………………………………………………………………………………..6
Referensi…………………………………………………………………………………………..7
A. Pendahuluan
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Secara istilah, budaya adalah hasil cipta karsa
manusia yang dihasilkan melalui proses belajar dan dijadikan milik bersama.
Wujud dari
kebudayaan ini adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain.
Kebudayaan ini sendiri berfungsi untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan
ini sendiri memiliki beberapa unsur, yaitu :
1.
Sistem mata pencaharian
Sistem mata pencaharian
Perhatian
para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah
mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
·
Berburu dan meramu
·
Beternak
·
Bercocok tanam di ladang
·
Menangkap ikan
2. Sistem kekerabatan dan
organisasi sosial
Kekerabatan
adalah unit-unit sosial
yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan
perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu,
kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.
Sementara
itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat,
baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi
sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai
makhluk
yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi
sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka
capai sendiri.
3.
Bahasa
Bahasa
adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi
atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat),
dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau
orang lain.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum
dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk
berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi
dan adaptasi
sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan
dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari
naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu
pengetahuan dan teknologi.
4. Kesenian
Kesenian
mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia
akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi,
manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga
perwujudan kesenian yang kompleks.
5.
Sistem Kepercayaan.
Keterbatasan
pengetahuan dan kemampuan manusia memunculkan keyakinan akan adanya sang
pencipta yang menciptakan serta mengendalikan alam semesta. Atas dasar inilah
manusia tidak lepas dari system kepercayaan kepada pengusa alam semesta.
6.
Sistem ilmu dan pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu
yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan
dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui
pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau
percobaan-percobaan yang bersifat empiris.
7.
Sistem Peralatan dan Teknologi
B.
Problematika Kebudayaan bagi Kehidupan Manusia
Meskipun
kebudayaan ini memiliki fungsi penting dalam kehidupan bermasyarakat, namun
tidak jarang dijumpai munculnya problematika kebudayaan. Problematika
kebudayaan adalah konflik antara kelompok yang menghendaki
perubahan dan kelompok yang tidak menghendaki perubahan.
Problematika kebudayaan tersebut, meliputi :
1.
Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup
dan sistem kepercayaan.
Dalam hal ini, kebudayaan tidak dapat bergerak atau berubah karena adanya
pandangan hidup dan sistem kepercayaan yang sangat kental, karena kuatnya
kepercayaan sekelompok orang dengan kebudayaannya mengakibatkan mereka tertutup
pada dunia luar dan tidak mau menerima pemikiran-pemikiran dari luar walaupun
pemikiran yang baru ini lebih baik daripada pemikiran mereka. Sebagai contoh
dapat kita lihat bahwa orang jawa tidak mau meninggalkan kampung halamannya
atau beralih pola hidup sebagai petani. Padahal hidup mereka umumnya miskin.
2.
Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan
presepsi atau sudut pandang.
Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi dan sudut
pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksanaan pembangunan.
Sebagai contoh dapat kita lihat banyak masyarakat yang tidak setuju dengan
program KB yang dicanangkan pemerintah yang salah satu tujuannya untuk
mengatasi kemiskinan dan kepadatan penduduk, karena masyarakat beranggapan
bahwa banyak anak banyak rezeki.
3.
Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi
atau kejiwaan.
Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana
alam sering mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran
penduduk bahwa ditempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan
dengan hidup mereka ditempat yang lama.
4.
Masyarakat yang
terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang kurang
komunikasi dengan masyarakat luar cendrung memiliki ilmu pengetahuan yang
terbatas, mereka seolah-olah tertutup untuk menerima program-program
pembangunan.
5.
Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap
hal-hal baru.
Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa
sehingga menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah
mereka miliki secara turun-temurun.
6.
Sikap
etnosentrisme.
Sikap etnosentris adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsa
sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Sikap seperti ini akan
memicu timbulnya pertentangan-pertentangan suku, ras, agama, dan antar
golongan. Kebudayaan yang beraneka ragam yang berkembang disuatu wilayah
seperti Indonesia terkadang menimbulkan sikap etnosentris yang dapat
menimbulkan perpecahan.
7.
Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan
Perkembangan IPTEK ini sering disalah gunakan oleh manusia, sebagai
contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk
melestarikan suatu generasi, dan obat-obatan yang diciptakan untuk kesehatan
tetapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu
kesehatan manusia.
8.
Pewarisan kebudayaan.
Dalam hal pewarisan kebudayaan bisa muncul masalah
antara lain, sesuai atau tidaknya budaya warisan tersebut dengan dinamika
masyarakat saat sekarang, penolakan generasi penerima terhadap warisan budaya
tersebut, dan munculnya budaya baru yang tidak lagi sesuai dengan budaya
warisan.
Dalam suatu kasus, ditemukan generasi muda menolak
budaya yang hendak diwariskan oleh pendahulunya. Budaya itu dianggap tidak lagi
sesuai dengan kepentingan hidup generasi tersebut, bahkan dianggap bertolak
belakang dengan nilai-nilai budaya yang baru diterima sekarang ini.
9.
Perubahan kebudayaan.
Perubahan kebudayaan yang terjadi bisa memunculkan masalah antara lain
perubahan akan merugikan manusia jika perubahan itu bersifat regress (kemunduran) bukan progress (kemajuan), perubahan bisa
berdampak buruk atau menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi,
berlangsung cepat, dan diluar kendali manusia.
10. Penyebaran
kebudayaan.
Penyebaran kebudayaan (difusi) bisa menimbulkan masalah, masyarakat
penerima akan kehilangan nilai-nilai budaya lokal sebagai akibat kuatnya budaya
asing yang masuk. Contoh globalisasi budaya yang bersumber dari kebudayaan
Barat pada era sekarang ini adalah masuknya nilai-nilai budaya global yang
dapat memberi dampak negatif bagi perilaku sebagian masyarakat Indonesia.
Misalnya pola hidup konsumtif, hedonisme, pragmatis, dan induvidualistik.
Akibatnya nilai-nilai asli kebudayaan bangsa seperti rasa kebersamaan dan
kekeluargaan lambat laun bisa hilang dari masyarakat Indonesia.
C. Kesimpulan
Kebudayaan merupakan hal penting dalam kehidupan umat. Sebab peranannya
dalam kehidupan bermasyarakat manusia. Namun, seiring perkembangannya, didapati
problematika ataupun hambatan atau juga yang disebut masalah yang menyulitkan
progress bagi kebudayaan itu sendiri.
Problematika itu diantaranya hambatan budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem
kepercayaan, hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang atau
persepsi, hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan,
masyarakat terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat
lainnya, sikap tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang
baru, mengagung-agungkan kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan
budaya suku bangsa lainnya atau lebih dikenal dengan paham etnosentrisme, dan
perkembangan iptek sebagai hasil dari kebudayaan yang sering disalahgunakan.
D. Saran
Melalui tulisan ini kami mengharapkan agar para pembaca dapat berifikir
bijak dalam menyikapi kemajuan kebudayaan. Kita tidak selalu menerima
perubahan, namun kita juga tidak boleh untuk selalu menolak adanya perubahan,
namun hendaknya kita selalu menseleksi setiap perubahan yang terjadi.
Referensi
M Setiadi, Elly, Ilmu Sosial dan
Budaya Dasar, Kencana Prenada Media Group, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar